h1

STRUKTUR ORGANISASI PT BANK SYARIAH MANDIRI

March 2, 2010

Struktur organisasi tergantung pada besar-kecilnya bank (bank size), keragaman layanan yang ditawarkan, keahlian personilnya dan peraturan-peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Tidak ada acuan baku bagi penyusunan struktur organisasi bagi bank dalam segala situasi kebutuhan operasinya. Bank mengorganisasikan fungsi-fungsinya untuk melayani nasabahnya atau menempatkan karyawan yang ada atau karyawan baru sesuai dengan bakat dan kemampuannyanya. Struktur organisasi setiap bank berikut tanggung jawab dan wewenang para pejabatnya bervariasi satu sama lain. Oleh karena itu struktur organisasi mencerminkan pandangan manajemen tentang cara yang paling efektive untuk mengoperasikan bank.

Sejalan dengan perkembangannya fungsi-sungsi tersebut dapat dibagi-bagi lagi dalam beberapa kegiatan. Dalam perbankan syariah, fungsi pembiayaan dapat dibagi dalam pembiayaan piutang (debt financing) berdasarkan prinsip jual-beli (murabahah, salam atau istishna), atau sewa-beli (ijarah), pembiayaan modal (equity financing) berdasarkan prinsip mudharabah (trustee financing) atau musyarakah (jount venture profit sharing). Fungsi operasi dapat dibagi dalam tellers, pembukaan rekening (opening new account), penerimaan simpanan (deposit), pemrosesan simpanan (deposit) dan layanan yang berkaitan dengan simpanan (deposit related services) seperti pemindah – bukuan, pengiriman uang (money transfer), inkaso (collections), pembayaran tagihan (bill paying) dan lain, komputer service dan akuntansi, personalia dan sundries.

KEY ELEMEN :

1.SPESIALISASI PEKERJAAN

Spesialisasi kerja, atau pembagian kerja untuk mendeskripsikan sampai tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah-pecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah. Hakikat spesialisasi kerja adalah bahwa, bukannya keseluruhan pekerjaan dilakukan oleh satu individu, seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah dengan tiap langkah diselesaikan oleh individu yang berlainan. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya spesialisasi pekerjaan yang dilakukan agar manajemen dalam perusahaan itu lebih mudah untuk dilakukan misalnya pada Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer ada spesialisasi pekerjaan lagi menjadi Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro & Program; Divisi Pembiayaan Konsumer; Divisi Pembiayaan Komersial cabang dan Divisi Pengembangan Produk sehingga bisa meningkatkan produktivitas kerja.

2.DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi adalah pengelompokkan pekerjaan-pekerjaan sehingga tugas yang sama / mirip dapat dikoordinasikan. Salah satu cara paling popular yang dilakukan untuk mengelompokkan pekerjaan adalah menurut fungsi yang dijalankan. Keunggulan utama dari tipe pengelompokkan ini adalah tercapainya efisiensi dengan mengumpulkan spesialis yang sama. Departementalisasi fungsional mengusahakan tercapainya skala ekonomi dengan menempatkan orang dengan keterampilan dan orientasi yang sama ke dalam unit-unit bersama. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya Departementalisasi yang dilakukan antara lain Departemen Direktorat Pembiayaan Koperasi&Komersial; Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer; Departemen Direktorat Treasury & Jaringan; Departemen Direktorat Kepatuhan & Manajemen Resiko; Departemen Direktorat Operasi & Pendukung.

3.RANTAI KOMANDO

Rantai Komando merupakan garis wewenang yang tidak terputus yang terentang dari puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor ke siapa. Rantai ini menjawab pertanyaan para karyawan seperti misalnya “Kepada siapakah saya harus pergi jika saya mempunyai masalah?” dan “Saya bertanggung jawab kepada siapa?”. Kita tidak dapat membahas rantai komando tanpa membahas dua konsep komplementer, wewenang dan kesatuan komando. Wewenang mengacu ke hak-hak yang inheren dalam posisi manajerial untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu dipatuhi. Asas kesatuan komando membantu mengamankan konsep garis wewenang yang tidak terputuskan. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya rantai komando yang jelas antara tiap Pimpinan Direktorat dengan penanggung jawab setiap divisi dari Direktorat tersebut serta dengan Direktur Utama yang bertugas bertanggung jawab mengkoordinasikan setiap Direktorat yang ada. Serta ada juga rantai koordinasi yang dijalankan pada struktur organisasi diatas sehingga mempermudah jalannya rantai komando yang sudah ada.

4.RENTANG KENDALI

Rentang kendali ini sangatlah penting, karena sangat menentukan banyaknya tingkatan dan manajer yang harus dimiliki oleh organisasi. Bila semua hal sama, makin luas atau besar rentang itu, makin efisien organisasi itu. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa rentang kendali yang ada adalah rentang yang kecil. Rentang yang kecil ada keuntungannya. Dengan menyelenggarakan rentang kendali dari tiga atau empat karyawan, manajer dapat menyelenggarakan pengendalian yang ketat. Tetapi rentang yang kecil mempunyai tiga kekurangan utama. Pertama, rentang ini mahal karena menambah tingkat-tingkat manajemen. Kedua, rentang ini membuat komunikasi vertical dalam organisasi menjadi lebih rumit. Tingkat-tingkat hierarki tambahan memperlambat pengambilan keputusan dan cenderung mengucilkan manajemen atas. Ketiga, rentang kendali yang kecil mendorong penyeliaan ketat yang berlebihan dan tidak mendorong otonomi karyawan.

5. SENTRALISASI dan DESENTRALISASI

Sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada titik tunggal dalam organisasi. Lazimnya, dikatakan bahwa jika manajemen puncak mengambil keputusan utama organisasi dengan sedikit atau tanpa masukan dari personil tingkat lebih bawah, organisasi itu tersentralisasikan. Sebaliknya, makin banyak personil tingkat lebih bawah memberikan masukan atau sebenarnya diberi keleluasaan untuk mengambil keputusan makin ada desentralisasi. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya desentralisasi dikarenakan pada bank ini berasaskan ISLAM yang membiasakan untuk musyawarah mufakat untuk mengambil suatu keputusan dengan adanya fungsi Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Komisaris.

6. FORMALISASI

Formalisasi mengacu pada tingkat dimana pekerjaan di dalam organisasi itu dibakukan. Jika pekerjaan sangat diformalkan, pelaksana pekerjaan itu mempunyai kuantitas keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana seharusnya ia mengerjakannya. Di mana terdapat formalisasi yang tinggi, di situ terdapat uraian jabatan yang tersurat, banyak aturan organisasi, dan prosedur yang terdefinisi dengan jelas yang meliputi proses kerja dalam organisasi. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa formalitas sangatlah dijaga keberadaanya dikarenakan suatu bank harus mempunyai pengaturan manajemen yang jelas akan tetapi formalitas di bank ini tidaklah terlalu ketat mengingat budaya yang dimilikinya antara lain, Shared Values Bank Syariah Mandiri disingkat “ETHIC”.

Excellence
Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.

Teamwork
Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi.

Humanity
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius.

Integrity
Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.

Customer Focus
Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan.

h1

Toyota Motor Corporation (Toyota Jidosha Kabushiki-gaisha)

February 15, 2010
the toyota

Logo TOyota

Penjelasan logo:
Logo baru TOYOTA terdiri atas 3 elips yang berbentuk huruf T. Menunjukkan komitmen kami pada masa depan.

Satu dari tiga elips mewakili pelanggan kami.
Satu elips yang lain menunjukan komitmen kami pada kepuasan pelanggan lewat produk-produk kami.
Elips ketiga menggambarkan kemungkinan yang terbentang tanpa batas bagi teknologi dan inovasi.

Susunan Organisasi Perusahaan :

Tipe Publik (TYO: 7203) & (NYSE: TM)

Didirikan 1937

Pendiri Kiichiro Toyoda

Letak Toyota City, Japan; Tokyo, Japan

Tokoh penting Kiichiro Toyoda (Pendiri),
Fujio Cho (Chairman dan Representative Director),
Katsuaki Watanabe (Vice chairman dan Representative Director),
Akio Toyoda (President dan Representative Director),
Shoichiro Toyoda (Honorary Chairman)

Industri Automotive, Robotics Financial Services, Biotechnology

Produk Economy/mainstream/luxury vehicles

Pendapatan USD $203,26 miliar (2009)

Laba operasional USD $-4,56 miliar (2009)

Laba bersih USD $-4,33 miliar (2009)

Karyawan 316.121

Anak perusahaan 522

Motto Perusahaan :

Semangat “tidak ada yang terbaik … hanya lebih baik” ditangkap di Toyota pesan merek baru, “Moving Forward.” ” ‘Moving Forward’ berarti bahwa kita memiliki gairah untuk inovasi dan penemuan dan bahwa kita tidak pernah berdiri diam. Sebagai hasilnya, kami merancang dan membuat mobil dan truk yang membantu pelanggan kami mencapai tujuan mereka.” “Moving Forward” adalah sebuah strategi komunikasi baru yang memungkinkan iklan inspirasional yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang fundamental. Di samping menggunakan “Moving Forward” bagi pelanggan, Toyota akan melibatkan dealer dan rekan, serta.  Pesan merek baru ini konsisten dengan dedikasi Toyota kaizen, atau perbaikan terus-menerus.  Dealer dan karyawan akan didorong untuk terus menerus melihat bagaimana mereka bisa “Moving Forward” untuk membantu menawarkan lebih banyak pelanggan Toyota. ” ‘Moving Forward’ adalah jauh lebih dari satu tag line bagi kami,” kata Lentz.  “Ini adalah kesempatan untuk mengilhami setiap orang dalam perusahaan, serta menarik bagi pelanggan kami, untuk merayakan tahap selanjutnya dalam hidup. Pilih segala arah, asalkan itu maju.

Visi

Menjadi perusahaan otomotif yang paling sukses dan dihormati di seluruh dunia dengan memberikan pengalaman terbaik dalam kepemilikan kendaraan

Misi

  1. Secara berkesinambungan menyediakan produk dan jasa yang berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan pelanggan melalui program pemasaran yang terbaik
  2. Mengembangkan karyawan yang berkompeten dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk mendukung tercapainya kepuasan pelanggan
  3. Memperkuat kolaborasi dengan produsen, dealer utama dan dealer-dealer melalui komunikasi dan kerjasama yang lebih baik
  4. Untuk mengembangkan operasi perusahaan yang sehat dalam segala aspek, misalnya pemenuhan peraturan, lingkungan dan lain-lain.
  1. Misi Toyota

Toyota memiliki misi untuk menyediakan produk bersih dan aman. Dengan demikian, perusahaan telah menempatkan lingkungan sebagai salah satu isu yang paling penting dan telah bekerja untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan dunia yang nyaman untuk tinggal masuk Dengan tujuan ini dalam pikiran, Toyota telah aktif mengembangkan berbagai teknologi baru dari perspektif mencapai keamanan energi dan diversifikasi sumber energi, yang diharuskan oleh berkurangnya pasokan sumber daya minyak bumi. Misalnya, dalam sumber-sumber daya penggerak untuk mobil saja, kita telah terus-menerus memperbaiki mesin konvensional dan telah dikembangkan dan dikomersialisasikan ramping-bakar mesin bensin, direct injection mesin bensin dan common rail direct injection mesin diesel, dll Kami juga telah memodifikasi mesin sehingga mereka dapat menggunakan bahan bakar alternatif, seperti gas alam terkompresi (CNG), bukan bensin atau minyak cahaya, dan telah memasang mesin-mesin ini di kendaraan dijual secara komersial. Toyota juga telah mengembangkan dan telah pemasaran kendaraan listrik (EV) yang menggunakan penggerak motor untuk sumber; kendaraan hibrida (HV) yang menggabungkan mesin dan motor, menggabungkan keunggulan dari kedua sumber daya; sel bahan bakar kendaraan hibrid (FCHV) yang menggunakan sel bahan bakar (FC) untuk menghasilkan listrik berdasarkan reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen di udara dan bahwa ini pasokan listrik untuk motor listrik untuk menghasilkan daya mengemudi.

Sejarah

Toyota Motor Corporation didirikan pada September 1933 sebagai divisi mobil Pabrik Tenun Otomatis Toyota. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pada 27 Agustus 1937 untuk menciptakan Toyota Motor Corporation seperti saat ini.

Berangkat dari industri tekstil, Toyota menancapkan diri sebagai salah satu pabrikan otomotif yang cukup terkemuka di seluruh dunia. Merek yang memproduksi 1 mobil tiap 6 detik ini ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak daripada memakai nama keluarga pendirinya, Toyoda. Inilah beberapa tonggak menarik perjalanan Toyota.

Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar ketiga di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 5,5 juta unit mobil di seluruh dunia. Jika dihitung, angka ini ekuivalen dengan memproduksi 1 unit mobil dalam 6 detik.

Toyota sendiri didirikan oleh Sakichi Toyoda, yang berawal dari sebuah industri tekstil (Marimutu Sinivasan, pendiri Texmaco, usahawan besar tekstil di Indonesia, berusaha menirunya dengan mengembangkan sektor otomotif bermerek PERKASA).

Dibandingkan dengan industri-industri otomotif lain yang menggunakan nama pendirinya sebagai merek dagang seperti Honda yang didirikan oleh Soichiro Honda, Daimler-Benz (Gottlieb Daimler dan Karl Benz), Ford (Henry Ford), nama Toyoda tidaklah dipakai sebagai merek. Karena berangkat dari pemikiran sederhana dan visi waktu itu, penyebutan Toyoda kurang enak didengar dan tidak akrab dikenal sehingga diplesetkan menjadi Toyota.

Sakichi Toyoda lahir pada bulan Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Pria ini dikenal sebagai penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun. Ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926.

Di sini hak paten mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt Brothers & Co, Ltd. dari Inggris, Britania Raya. Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan oleh anaknya Kiichiro Toyoda, tiada henti menghasilkan inovasi-inovasi terdepan di zamannya. Mesin Tipe A berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga menghasilkan truk model G1.

Di tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu masih menggunakan nama Toyoda). Model ini dikembangkan dari prototipe model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat. Konsep produk yang terus dipegang Toyota hingga sekarang.

Empat tahun menunggu dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil mereka. Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota, bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang. Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif merupakan bisnis gaya hidup dan bahkan penyebutan sebuah nama (dan seperti apa kedengarannya), menjadi sisi yang begitu penting. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik. Tak ayal, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.

Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh. Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan Nagoya.

Setelah era Perang Dunia II berakhir, tahun 1950-an merupakan pembuktian Toyota sebgai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu kendaraan Jeep akrab di Jepang. Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land Cruiser yang keluar tahun 1950. Setahun kemudian meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model BJ.

Bulan Juli tahun itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar biasa. Diinspirasi oleh tokoh Samurai Heikuro Magaki yang mendaki Gunung Atago di atas kuda tahun 1643, Taira mengemudikan Toyota BJ-nya ke kuil Fudo di kota Okasaki. Ini sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi Jeep Willys. Bahkan dengan model-model selanjutnya, Toyota Land Cruiser bisa diterima di pasar yang kala itu sulit ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai belahan dunia, Termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota HardtopAfrika, model-model Toyota Land Cruiser ini digunakan sebagai Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang konflik-konflik bersenjata dengan kinerja sangat tangguh. Land Cruiser FJ40/45. Di

Toyota tidak hanya dikenal melalui Toyota Land Cruiser. Mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, sedan kecil. Lewat Corolla yang memulai debutnya pada tahun 1966, sedan mungil generasi awal ini memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu menuju arah sedan kecil yang kompak, irit dan ringkas. Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit. Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna, Toyota Kijang generasi awal yang dikenal sebagai Kijang Buaya.

Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo. Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo TOYOTA pada grill di bagian bonnet (hidung) mobil. Di tahun 1989 Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in design. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan mempengaruhi sekelilingnya.

Di tahun 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing dengan mobil Eropa dan Amerika. Toyota Celica berhasil menjadi juara rally dunia, dan Toyota Camry menjadi mobil paling laris di Amerika.

Sejak didirikan, Toyota telah terlibat dalam kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip “memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat yang sejahtera melalui pembuatan mobil.”
Tahun lalu menandai 70 tahun berdirinya Toyota Motor Corporation. Pada kesempatan ini kita melihat kembali di mana kita mulai dan terus-menerus bertanya kepada diri sendiri apa yang bisa kita lakukan sekarang bagi pelanggan kami dan masyarakatJawabannya adalah “keberlanjutan di tiga bidang” konsep, yang menarik pada teknologi,manufaktur, dan kontribusi sosial.

Stampingshop

Stamping Shop ini proses pengepresan pembuatan body kendaraan dilakukan. Lempengan-lempengan baja dicetak menjadi bagian-bagian dari body kendaraan seperti kerangka, tangki bahan bakar, dan komponen body subassembly (kabin, dek, rangka chasis).

Pembuatan pressed part untuk membentuk body kendaraan bermula dari lembar baja yang kemudian dilakukan proses pengepresan menjadi press part yang siap dikirim ke bagian pengelasan untuk disatukan menjadi body kendaraan utuh.

Stamping Shop memiliki fasilitas 2 proses A line tonase 2.400 ton dengan 450 stroke/jam dan C line kapasitas 700 ton dengan 620 stroke/jam. Disamping itu guna menjamin keamanan dan keselamatan kerja serta tingkat produktifitas, digunakan system robotic untuk setiap perpindahan pressed part antar mesin.

Stamping shop juga dilengkapi dengan satu buah mesin Sheet Feeder.

  • Luas area :
    • 10.000 m2
  • Fasilitas :
    • A Line 2.400 ton 450 stroke/hour
    • C Line 700 ton 620 stroke/hour
  • Jenis Mesin :
    • FUKUI (Press Machine)
    • AISAKU (Sheet Feeder)
    • MOTOMAN YASKAWA (Robot Loader

TOYOTA WAYS

Toyota Ways merupakan pendekatan Toyota dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu Toyota melakukan peningkatan secara berkesinambungan (continous improvement). Semua upaya peningkatan ini bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste) dari sistem produksinya. Dengan demikian akan tercipta organisasi yang ramping (lean).

Terdapat lima nilai inti yang mengungkapkan keyakinan dan nilai-nilai bersama oleh Toyota. Semua anggota tim Toyota diharapkan untuk menggunakan nilai-nilai ini dalam pekerjaan sehari-hari dan dalam berhubungan dengan orang lain. Kelima nilai tersebut yaitu :

1. Challenge

Di Toyota, mereka mempertahankan visi jangka panjang dan berusaha untuk menghadapi semua tantangan dengan keberanian dan kreativitas yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut.

2. Kaizen

Berjuang untuk Kaizen yang berarti melakukan perubahan agar lebih baik secara terus menerus (continous improvement). Karena tidak ada proses yang bisa dinyatakan sempurna, selalu ada ruang untuk perbaikan.

3. Genchi Genbutsu

Yang dimaksud dengan Genchi Genbutsu yaitu menuju ke sumber untuk menemukan fakta untuk membuat keputusan yang tepat, membangun kesepakatan bersama dan mencapai sasaran.

4. Respect

Toyota menghormati orang lain, membuat setiap usaha yang dilakukan untuk memahami orang lain, menerima tanggung jawab dan melakukan yang terbaik untuk membangun rasa saling percaya.

5. Teamwork

Toyota mendorong agar tiap individu dapat mengembangkan dirinya, membagi kesempatan  untuk membangun dan memaksimumkan kemampuan individu dalam kerjasama tim.

14 prinsip dari The Toyota Ways adalah sebuah filosofi manajemen yang digunakan oleh Toyota. Ide utamanya adalah agar keputusan manajemen berdasar pada pemahaman filosofis terhadap tujuan perusahaan, berpikir jangka panjang, memiliki proses untuk memecahkan masalah, penambahan nilai bagi organisasi dengan cara mengembangkan orang-orangnya, dan menyadari bahwa pemecahan masalah secara terus-menerus mendorong proses belajar organisasi. 14 prinsip tersebut dibagi menjadi empat bagian yang sederhana yaitu :

Filosofi jangka panjang (long term philosophy)

1. Dasarkan keputusan manajemen pada filosofi jangka panjang meskipun harus mengorbankan tujuan keuangan jangka pendek.Proses yang benar akan membuahkan hasil yang benar (the right process will produce the right result)

2. Buat alur proses yang kontinyu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan.

3. Gunakan proses tarik (pull system) untuk menghindari produksi yang berlebihan.

4. Ratakan beban kerja (heijunka).

5. Bangun budaya agar berhenti untuk memperbaiki masalah dan memperoleh kualitas yang baik sejak awal.

6. Standar kerja merupakan fondasi dari peningkatan secara terus-menerus (continous improvement) dan pemberdayaan karyawan.

7. Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah yang tersembunyi.

8. Hanya menggunakan teknologi yang handal yang sudah benar-benar teruji  untuk membantu orang-orang dan melaksanakan proses.Menambah nilai untuk organisasi dengan mengembangkan orang dan mitra kerja anda (add value to your organization by developing your people and partner)

9. Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaanya, menjiwai filosofi dan mengajarkan kepada orang lain.

10. Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, yang menganut filosofi perusahaan anda.

11. Hormati jaringan mitra kerjasama dan pemasok anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka melakukan peningkatan.Menyelesaikan akar permasalahan secara terus-menerus mendorong pembelajaran   organisasi (continously solving roots problems dirvers organizational learning)

Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi yang sebenarnya (genchi genbutsu).

13. Ambil keputusan secara perlahan-lahan melalui konsensus, pertimbangkan semua pilihan dengan seksama, kemudian implementasikan keputusan itu dengan cepat (nemawashi).

14. Menjadi suatu organisasi pembelajaran melalui refleksi diri tanpa kompromi (hansei) dan peningkatan perbaikan yang berkesinambungan (kaizen)

source : http://www.toyota.co.jp , wikipedia : en.wikipedia.org/wiki/toyota

  • Loka Agam gumilang                 112080089
  • Lina Marliana K                          112080037
  • Penny pryandini                         112080062
  • Dhitya Fajar P                             112080043
  • Aditya Surya P                            112080015
  • Faisal Agus M                              112070052

Welding Shop

Welding Shop memiliki area 23.000 m2. Di sinilah proses penyambungan/pengelasan bagian-bagian body kendaraan untuk menghasilkan satu bagian utuh. Prosesnya adalah dengan menyatukan seluruh pressed part yang diproduksi oleh Stamping Shop. Hasil akhir dari proses ini adalah satu body kendaraan utuh.

Untuk menjamin tingkat presisi dan keakuratan yang tinggi Welding Shop dilengkapi fasilitas Welding Main Body line, Coordinate Measuring Machine dan Shell Body Line dengan Slat Conveyor. Disamping itu juga didukung dengan 34 buah robot las (MB 16, UB 6 dan Fr 12) dan GBL (Global Body Line) yang memberikan jaminan kualitas permukaan luar (proses clamp dari sisi dalam).

§ Luas Area :

o 23.000 m2

§ Fasilitas :

o Welding Main Bodyline

o Coordinate Measuring Machine

o Shell Body Line

o Slat Conveyor

h1

Hello world!

February 11, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!