h1

STRUKTUR ORGANISASI PT BANK SYARIAH MANDIRI

March 2, 2010

Struktur organisasi tergantung pada besar-kecilnya bank (bank size), keragaman layanan yang ditawarkan, keahlian personilnya dan peraturan-peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Tidak ada acuan baku bagi penyusunan struktur organisasi bagi bank dalam segala situasi kebutuhan operasinya. Bank mengorganisasikan fungsi-fungsinya untuk melayani nasabahnya atau menempatkan karyawan yang ada atau karyawan baru sesuai dengan bakat dan kemampuannyanya. Struktur organisasi setiap bank berikut tanggung jawab dan wewenang para pejabatnya bervariasi satu sama lain. Oleh karena itu struktur organisasi mencerminkan pandangan manajemen tentang cara yang paling efektive untuk mengoperasikan bank.

Sejalan dengan perkembangannya fungsi-sungsi tersebut dapat dibagi-bagi lagi dalam beberapa kegiatan. Dalam perbankan syariah, fungsi pembiayaan dapat dibagi dalam pembiayaan piutang (debt financing) berdasarkan prinsip jual-beli (murabahah, salam atau istishna), atau sewa-beli (ijarah), pembiayaan modal (equity financing) berdasarkan prinsip mudharabah (trustee financing) atau musyarakah (jount venture profit sharing). Fungsi operasi dapat dibagi dalam tellers, pembukaan rekening (opening new account), penerimaan simpanan (deposit), pemrosesan simpanan (deposit) dan layanan yang berkaitan dengan simpanan (deposit related services) seperti pemindah – bukuan, pengiriman uang (money transfer), inkaso (collections), pembayaran tagihan (bill paying) dan lain, komputer service dan akuntansi, personalia dan sundries.

KEY ELEMEN :

1.SPESIALISASI PEKERJAAN

Spesialisasi kerja, atau pembagian kerja untuk mendeskripsikan sampai tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah-pecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah. Hakikat spesialisasi kerja adalah bahwa, bukannya keseluruhan pekerjaan dilakukan oleh satu individu, seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah dengan tiap langkah diselesaikan oleh individu yang berlainan. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya spesialisasi pekerjaan yang dilakukan agar manajemen dalam perusahaan itu lebih mudah untuk dilakukan misalnya pada Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer ada spesialisasi pekerjaan lagi menjadi Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro & Program; Divisi Pembiayaan Konsumer; Divisi Pembiayaan Komersial cabang dan Divisi Pengembangan Produk sehingga bisa meningkatkan produktivitas kerja.

2.DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi adalah pengelompokkan pekerjaan-pekerjaan sehingga tugas yang sama / mirip dapat dikoordinasikan. Salah satu cara paling popular yang dilakukan untuk mengelompokkan pekerjaan adalah menurut fungsi yang dijalankan. Keunggulan utama dari tipe pengelompokkan ini adalah tercapainya efisiensi dengan mengumpulkan spesialis yang sama. Departementalisasi fungsional mengusahakan tercapainya skala ekonomi dengan menempatkan orang dengan keterampilan dan orientasi yang sama ke dalam unit-unit bersama. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya Departementalisasi yang dilakukan antara lain Departemen Direktorat Pembiayaan Koperasi&Komersial; Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer; Departemen Direktorat Treasury & Jaringan; Departemen Direktorat Kepatuhan & Manajemen Resiko; Departemen Direktorat Operasi & Pendukung.

3.RANTAI KOMANDO

Rantai Komando merupakan garis wewenang yang tidak terputus yang terentang dari puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor ke siapa. Rantai ini menjawab pertanyaan para karyawan seperti misalnya “Kepada siapakah saya harus pergi jika saya mempunyai masalah?” dan “Saya bertanggung jawab kepada siapa?”. Kita tidak dapat membahas rantai komando tanpa membahas dua konsep komplementer, wewenang dan kesatuan komando. Wewenang mengacu ke hak-hak yang inheren dalam posisi manajerial untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu dipatuhi. Asas kesatuan komando membantu mengamankan konsep garis wewenang yang tidak terputuskan. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya rantai komando yang jelas antara tiap Pimpinan Direktorat dengan penanggung jawab setiap divisi dari Direktorat tersebut serta dengan Direktur Utama yang bertugas bertanggung jawab mengkoordinasikan setiap Direktorat yang ada. Serta ada juga rantai koordinasi yang dijalankan pada struktur organisasi diatas sehingga mempermudah jalannya rantai komando yang sudah ada.

4.RENTANG KENDALI

Rentang kendali ini sangatlah penting, karena sangat menentukan banyaknya tingkatan dan manajer yang harus dimiliki oleh organisasi. Bila semua hal sama, makin luas atau besar rentang itu, makin efisien organisasi itu. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa rentang kendali yang ada adalah rentang yang kecil. Rentang yang kecil ada keuntungannya. Dengan menyelenggarakan rentang kendali dari tiga atau empat karyawan, manajer dapat menyelenggarakan pengendalian yang ketat. Tetapi rentang yang kecil mempunyai tiga kekurangan utama. Pertama, rentang ini mahal karena menambah tingkat-tingkat manajemen. Kedua, rentang ini membuat komunikasi vertical dalam organisasi menjadi lebih rumit. Tingkat-tingkat hierarki tambahan memperlambat pengambilan keputusan dan cenderung mengucilkan manajemen atas. Ketiga, rentang kendali yang kecil mendorong penyeliaan ketat yang berlebihan dan tidak mendorong otonomi karyawan.

5. SENTRALISASI dan DESENTRALISASI

Sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada titik tunggal dalam organisasi. Lazimnya, dikatakan bahwa jika manajemen puncak mengambil keputusan utama organisasi dengan sedikit atau tanpa masukan dari personil tingkat lebih bawah, organisasi itu tersentralisasikan. Sebaliknya, makin banyak personil tingkat lebih bawah memberikan masukan atau sebenarnya diberi keleluasaan untuk mengambil keputusan makin ada desentralisasi. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya desentralisasi dikarenakan pada bank ini berasaskan ISLAM yang membiasakan untuk musyawarah mufakat untuk mengambil suatu keputusan dengan adanya fungsi Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Komisaris.

6. FORMALISASI

Formalisasi mengacu pada tingkat dimana pekerjaan di dalam organisasi itu dibakukan. Jika pekerjaan sangat diformalkan, pelaksana pekerjaan itu mempunyai kuantitas keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana seharusnya ia mengerjakannya. Di mana terdapat formalisasi yang tinggi, di situ terdapat uraian jabatan yang tersurat, banyak aturan organisasi, dan prosedur yang terdefinisi dengan jelas yang meliputi proses kerja dalam organisasi. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa formalitas sangatlah dijaga keberadaanya dikarenakan suatu bank harus mempunyai pengaturan manajemen yang jelas akan tetapi formalitas di bank ini tidaklah terlalu ketat mengingat budaya yang dimilikinya antara lain, Shared Values Bank Syariah Mandiri disingkat “ETHIC”.

Excellence
Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.

Teamwork
Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi.

Humanity
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius.

Integrity
Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.

Customer Focus
Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: